15 desember hari apa, Ini Sejarah Lengkapnya

15 desember hari apa ? Ini Sejarah Lengkapnya

Pada tahun 2021, tanggal 15 desember akan jatuh bertepatan pada hari rabu. Menurut kalender Gregorian, 15 Desember adalah hari ke-349, dan menjadi hari ke-350 dalam tahun kabisat. Dan merupakan 16 hari menjelang akhir tahun. Nah, yang menjadi pertanyaan, 15 desember hari apa ? Ada peristiwa atau sejarah apa pada tanggal 15 Desember?

15 desember hari apa menjadi salah satu pertanyaan dari masyarakat yang belum mengerti tentang sejarah yang terjadi pada tanggal tersebut. Dan tanggal 15 desember juga masukk dalam daftar hari besar setiap tahunnya. Untuk kamu yang mempertanyakan tentang peringatan 15 Desember, yukk langsung saja simak penjelasan berikut ini.

15 Desember Hari Apa ?

Tanggal 15 Desember merupakan tanggal peringatan Hari Infanteri atau Hari Juang Kartika TNI Angkatan Darat. Tanggal ini menjadi tanggal khusus bagi Korps Infanteri TNI Angkatan Darat untuk mengenang pertempuran Ambarawa

Mengutip dari situs resmi  Badan Otorita Borobudur (BOB), salah satunya bukti riwayat kuatnya beberapa pejuang Indonesia saat menjaga kemerdekaan bisa disaksikan lewat monumen Palagan Ambarawa di Jawa tengah. Monumen ini sudah jadi saksi selama saat penjajahan dan perjuangan sesudah kemerdekaan diproklamasikan.

Monumen tersebut kini menjadi tempat belajar sejarah sekaligus tempat wisata untuk masyarakat, karena banyaknya sejarah yang terjadi dibalik terbentuknya monumen tersebut.

Sejarah Hari Infanteri

Hari infanteri yang diperingati setiap tanggal 15 desember merupakan tanggal untuk mengenang terjadinya Pertempuran Ambarawa atau yang biasa disebut dengan Hari Juang Kartika TNI AD. Pertempuran Ambarawa atau yang juga dikenal sebagai Palagan Ambarawa adalah pertempuran yang dipimpin jendral Sudirman melawan tentara sekutu.

Baca Juga:  12 November 2021 Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah & Cara Merayakan

Merilis dari Kemdikbud.go.id, pertempuran Ambarawa terjadi karena ketidak mampuan pihak sekutu untuk menerima dan menghargai kemerdekaan indonesia. Hal ini berawal pada 20 Oktober 1945, ketika tentara sekutu yang bertugas untuk mengurus tawanan perang di penjara Ambarawa dan magelang, justru malah memboncengi NICA yang memeprsenjatai tawanan.

Untuk mengatasi perselisihan tersebut, pihak negara inggris segera menuju ke Magelang dan Ambarawa untuk membebaskan 10.000 tawanan Indo-Eropa dan Eropa yang berasal dari wilayah pedalaman Jawa yang sedang bergejolak akibat perlawanan dari pihak Republik.

Dan untuk menegahi perselisihan atau kejadian tersebut, Ir. Soekarno dan Brigjen Bethel melakukan rundingan gencatan senjata pada 2 November 1945. Dari rundingan tersebut, menghasilkan kesepakatan antar dua belah pihak yang berisi jika sekutu tetap bertanggung jawab atas tugasnya, kemudian sekutu tidak mengakui aktivitas NICA.

dan pada kenyataannya pihak sekutu mengabaikan isi dari perjanjian yang telah di setujui bersama, yang kemudian terjadilah pertempuran 20 November 1945 dan menjalar ke dalam kota pada tanggal 22 November 1945.

Bala tentara sekutu melakukan pengeboman ke pedalaman Ambarawa untuk memberikan ancaman posisi TKR. Dengan siap faksi republik lakukan pembalasan untuk menjaga daerah dari sekutu. Dan sejak kejadian itu medan Ambarawa terbagi menjadi 4 sektor, yakni sektor utara, Selatan, Timur dan Barat.

Semangat perlawanan rakyat Ambarawa yang bersatu dengan TKR membuat sekutu kesusahan mengalahkan dan menaklukan wilayah tersebut. Waktu itu, pasukan TKR yang turut serta menghadapi sekutu yang berjumlah 19 batalyon.

Pada 26 November terjadi pertempuran yang menewaskan Kolonel Isdiman yang kemudian digantikan oleh Kolonel Soedirman. Sekutu melancarkan aksinya dengan untuk mengnncam Ambarawa, karena wilayah tersebut memang benar-benar strategis untuk mencapai Surakarta, Magelang, dan Yogyakarta.

Baca Juga:  20 Frame Hari Pahlawan 2021, Download Disini

Gugurnya Kolonel Isdiman semakin membuat dan mendorong rakyat dan TKR terus melakukan serangan balik. Pada bulan akhir November pertarungan sudah berkobar kembali dan faksi Inggris dibuat mundur hingga ke wilayah pesisir.

Lalu, pada 11 November 1945, Kolonel Soedirman mengumpulkan para komandan sektor dan memberikan instruksi pukulan terakhir untuk melawan sekutu. Kemudian pada 5 Desember 1945, pasukan sekutu sukses ditendang dari dusun Banyubiru yang pada saat itu menjadi garis pertahanan terdepan.

Selanjutnya pada 12 Desember 1945, pasukan sukses menyerang tentara sekutu yang ada di dalam kota. Kekuatan sekutu yang ada di Benteng Willem sukses dikepung TKR 4 hari 4 malam. Hal tersebut mengakibatkan posisi sekutu terjepit dan mundur dari Ambarawa pas 15 Desember 1945.

Ketahanan pasukan itu diabadikan dalam salah satu bagian pagar di Indonesia. Memlaui TNI, karena itu tiap 15 Desember selalu diperingati sebagai Hari Juang Kartika atau Hari Infanteri yang menggambarkan kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Akhir Kata

Kesuksesan pihak atau faksi Republik dalam Kejadian Ambarawa, diharapkan dapat menyadarkan masyarakat indonesia tentang nasionalisme, terutamanya dalam menggalang persatuan dan menanamkan rasa memilki atas Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui semangat untuk membuat dan menjaga bangsa di zaman globalisasi ini menggabarkan jika Indonesia merupakan bangsa yang belajar banyak dari riwayat dan sanggup menghargai makna sebuah kemerdekaan.

Karena itu Berdasar Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 163 Tahun 1999 dan Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/662/XII/1999, diputuskan tanggal 15 Desember sebagai Hari Juang Kartika yang sebelumnya disebut dengan Hari Infanteri.

Nah, itu dia sedikit penggalan cerita dari sejarah peringatan Hari Infanteri. Semoga dapat bermanfaat dan menjadi  jawaban dari segala  pertanyaan tentang 15 Desember Hari Apa.

Baca Juga:  15 Ucapan Hari Ayah Dari Anak Perempuan Paling Aesthetic

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.